Pengajar Yang Sedang Belajar

Maret 30, 2007

Menguji Kompetensi SMK, TEGA atau PROFESIONAL

Diarsipkan di bawah: Pengalaman — pengajar @ 5:29 pm

Menguji kompentesi seorang siswa terutama siswa kejuruan tampaknya masih harus dengan toleransi. Profesionalisme dunia kerja tidak bisa sepenuhnya di berikan kepada siswa. Sejujurnya jika mengikuti pola industri maka hampir 98% siswa tersebut tidak dapat lulus. Ini terjadi di sebuah SMK TI di Jawa Barat beberapa waktu lalu. Perkembangan teknologi di dunia IT sendiri ternyata tidak dapat di ikuti sepenuhnya oleh dunia pendidikan kejuruan.

Mulai dari dasar pengetahuan sampai ke layer aplikasi ternyata sebatas hapalan ilmu tanpa ada pengertian serta pemahaman yang jelas. Kualitas SMK TI semakin jatuh dari hari kehari dimana ini berasal dari kemampuan para pengajar yang juga tidak mau berkembang serta sulitnya fasilitas serta update knowledge. Yang lebih di sayangkan lagi adalah banyaknya sarjana komputer yang semakin merebut pangsa kerja dari SMK TI ini. Internasional serta Profesional Certificate adalah sebuah solusi kecil yang bisa di ambil, namun bagaimana mungkin jika para pengajar masih saja terlena oleh kemampuan yang statis ?

Mahasiswa …. Mahalnya Harga Menjadi Siswa

Diarsipkan di bawah: Pengalaman — pengajar @ 2:12 am

Pelajaran hari ini adalah sebuah pertanyaan menarik yang di ajukan seorang mahasiswa kepada saya pada saat menjadi pembicara di sebuah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer di Jakarta Selatan. Pertanyaan yang sangat menjebak memang, “apakah ilmu yang di dapat itu berasal dari kampus atau luar kampus ?” Mudah menjawab secara jujur namun sulit dalam keadaan kita berada di lingkungan tersebut. Jika di jawab Tidak maka banyak mahasiswa yang akan bertanya untuk apa kuliah ?, sebaliknya jika di jawab Ya maka saya membohongi diri sendiri. (lagi…)

Maret 29, 2007

Gratis Yang Tak Berkelas

Diarsipkan di bawah: Kutipan — pengajar @ 6:28 pm

Mengutip berita yang di tulis di situs sebuah departemen membuat saya menjadi takut. Bukan ingin meremehkan ide serta solusi ini tetapi melihat kenyataan di lapangan, bahwa dengan sistem berbayar saja kualitas masih sangat jauh apalagi dengan kondisi gratis. Mungkin benar pemerintah saat ini mampu untuk membiayai hal tersebut, tetapi sadarkah bahwa perkembangan kedepan kita akan berhadapan dengan dunia global dimana kita mau tidak mau akan di paksa untuk belajar menghargai sebuah pendidikan. Dengan kondisi bahwa pemerintah belum mampu untuk menjamin keberlangsungan proses KBM yang seutuhnya. Tetapi mari kita lihat sejauh mana ini bisa berjalan… (lagi…)

Maret 28, 2007

Mimpi, Awal dari Sebuah Kenyataan

Diarsipkan di bawah: Campur Sari — pengajar @ 2:15 pm

Mimpi mungkin bagian yang harus di jalani ketika anda mempunyai sebuah keinginan. Hal ini yang saya rasakan setelah 10 tahun menjadi seorang pengajar di sekolahan. Letih dan ingin rasanya meninggalkannya dengan umur yang masih sangat muda. Mulai mengajar sejak umur 18 tahun mungkin membuat darah di dalam diri saya berkeinginan ingin membuat sebuah sekolah. Sekolah yang berharap mampu memberikan jaminan kehidupan yang lebih baik untuk siswa/i nya. Sekolah yang di akui sebagai tempat belajar dan menciptakan nuansa relasi yang di kemudian hari menjadi fenomenal bagi peserta didiknya. (lagi…)

Blog pada WordPress.com.