Menguji Kompetensi SMK, TEGA atau PROFESIONAL
Menguji kompentesi seorang siswa terutama siswa kejuruan tampaknya masih harus dengan toleransi. Profesionalisme dunia kerja tidak bisa sepenuhnya di berikan kepada siswa. Sejujurnya jika mengikuti pola industri maka hampir 98% siswa tersebut tidak dapat lulus. Ini terjadi di sebuah SMK TI di Jawa Barat beberapa waktu lalu. Perkembangan teknologi di dunia IT sendiri ternyata tidak dapat di ikuti sepenuhnya oleh dunia pendidikan kejuruan.
Mulai dari dasar pengetahuan sampai ke layer aplikasi ternyata sebatas hapalan ilmu tanpa ada pengertian serta pemahaman yang jelas. Kualitas SMK TI semakin jatuh dari hari kehari dimana ini berasal dari kemampuan para pengajar yang juga tidak mau berkembang serta sulitnya fasilitas serta update knowledge. Yang lebih di sayangkan lagi adalah banyaknya sarjana komputer yang semakin merebut pangsa kerja dari SMK TI ini. Internasional serta Profesional Certificate adalah sebuah solusi kecil yang bisa di ambil, namun bagaimana mungkin jika para pengajar masih saja terlena oleh kemampuan yang statis ?